Pages

Tuesday, July 5, 2011

Memasang Infus

PERSIAPAN ALAT
1.       Abbocath sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan
2.       Infuse set sesuai dengan ukuran
3.       Cairan infuse sesuai dengan kebutuhan klien
4.       Standart infuse
5.       Torniquet
6.       Kapas alcohol dengan tempat tertutup
7.       Bethadine dalam tempatnya
8.       Kassa steril
9.       Sarung tangan bersih
10.   Plester
11.   Bengkok
12.    Gunting verban
13.    Pengalas

A.      TAHAP PRE INTERAKSI
1.       Baca catatan keperawatan dan catatan medis klien
2.       Persiapkan alat-alat dan privacy ruangan
3.       Cuci tangan

B.      TAHAP ORIENTASI
1.       Berikan salam, panggil klien dengan namanya
2.       Memperkenalkan nama perawat
3.       Jelaskan prosedur dan tujuan tindakan pada klien atau keluarga

C.      TAHAP KERJA
1.       Indentifikasi klien
2.       Menutup pintu, jendela, atau memasang sampiran
3.       Mempersiapkan psikologis klien
a.       Menjelaskan prosedur dengan bahasa sederhana
b.      Menjelaskan tujuan tindakan
c.      Memberi kesempatan klien bertanya
4.       Pasang infuse set ke cairang dengan posisi cairan infuse mengarah ke atas
5.       Menggantung cairan infuse di standart cairan infuse
6.       Mengisi kompartemen infuse set dengan cara menekan kompartemen tersebut hingga terisi sebagian dan buka klem selang hingga cairan memenuhi selang dan udara selang keluar, cek adanya udara dalam selang.
7.       Letakkan pengalas dibawah tempat (vena) yang akan dilakukan penginfusan.
8.       Lakukan pembendungan dengan tourniquet (karet pembendung) 10-20 cm di atas tempat penusukan dan anjurkan klien untuk menggenggam dengan gerakan sirkular (bila sadar).
9.       Gunakan sarung tangan steril
10.   Desinfeksi vena dengan teknik yang benar (bethadine dan kemudian dihapus dengan alcohol)
a.       Memutar
b.      Ke bawah dengan satu kali usapan
11.   Buka kateter (abbocath) dan periksa apakah ada kerusakan.
12.   Lakukan penusukan pada vena dengan meletakkan ibu jari di abgian bawah vena dan posisi jarum (abbocath) mengarah ke atas.
13.   Perhatikan keluarnya darah dari jarum (abbocath). Apabila saat penusukan terjadi pengeluaran darah melalui jarum (abbocath) maka tarik keluar bagian dalam (jarum) sambil meneruskan tusukan ke dalam vena.
14.   Tourniquet dilepas
15.   Setelah jarum abbocath bagian dalam dilepas/dikeluarkan tahan bagian atas vena dengan menekan bagian atas vena menggunakan ibu jari tangan agar darah tidak keluar. Kemudian bagian infuse dihubungkan/disambungkan dengan selang infuse dan sambil dibiarkan menetes sedikit.
16.   Memberi plester pada ujung plastic kateter tapi tidak menyentuh area penusukan untuk fiksasi.
17.   Membalut dengan kassa bethadine steril dan menutupnya dengan kassa steril kering
18.   Memberi plester dengan benar, dengan mempertahankan kateter agar tidak tercabut.
19.   Mengatur tetesan infuse sesuai dengan kebutuhan klien

D.      TAHAP TERMINASI
1.       Evaluasi perasaan klien
2.       Simpulkan hasil tindakan
3.       Lakukan kontrak untuk kegiatan selanjutnya
4.       Mengatakan bahwa tindakan sudah selesai dilakukan
5.       Merapikan alat-alat
6.       Melepas sarung tangan dan merapikan klien
7.       Mencuci tangan

E.       DOKUMENTASI
Catat hasil tindakan dalam catatan keperawatan

Sunday, July 3, 2011

Tertusuk Jarum Suntik? Jangan Panik!!

  1. Bila tertusuk jarum, segera bilas dengan air mengalir atau air dengan jumlah yang banyak dan sabun atau antiseptik sambil menekan bagian yang tertusuk jarum sampai keluar darah.
  2. Bila CAIRAN TUBUH mengenai KULIT yang utuh tanpa luka atau tusukan, cuci dengan sabun dan air mengalir atau dengan larutan garam dapur.
  3. bila CAIRAN TUBUH mengenai MULUT, ludahkan dan kumur-kumurlah..

Friday, July 1, 2011

Tindakan Pada Pasien Anafilaktik Shock

  1. Segera pasien dibaringkan
  2. Suntikkan adrenalin (1 0/00) sebanyak 0,3 – 0,5 cc secara Intra Muscular (IM) atau Intra Vena (IV).
  3. Tempat tidur di bagian kaki dinaikkan (diganjal) ± 15 cm sehingga didapatkan posisi kaki lebih tinggi dari kepala (posisi Trendelenburg)
  4. Ukur Tekanan Darah, bila tekanan sistolik belum mencapai 90 – 100 mmHg atau frekwensi jantung (heart rate) belum 90 x/menit. Pemberian Adrenalin 0,3 cc dapat diulang selang waktu 7 – 10 menit (maksimal 4 x pemberian).
  5. Hydrocortisone 2 cc atau Dexametason 1 – 2 ampul diberikan secara IM / IV.
  6. Bila perlu, dapat diberikan larutan infuse NaCl 0,9%.
  7. Bila tekanan sistolik sudah mencapai 9 – 100 mmHg, penderita diobservasi disuruh duduk, berdiri, dan jalan.
  8. Apabila kondisi pasien sudah baik, pasien dapat diperbolehkan pulang.